Dilarang Politik Uang, Masyarakat Semakin Dewasa Berdemokrasi di Pemilu 2019

ABDUL SOMAD: “Waktunya Rakyat Kecil Bicara”

BELOPA, TN- Pada Teropong, kamis (22/11). Kepala desa Senga Selatan kecamatan Belopa kabupaten luwu, Abdul Samad menyampaikan bahwa masyarakat luwu sudah mulai dewasa dalam menentukan sikap pada pemilihan pemimpin daerah.

Abdul Samad yang pernah menjabat sebagai kepala desa tersebut selama satu periode, kini telah mengundurkan diri sebagai kepala desa dan ikut bertarung pada pemilihan legislatif (Pileg) kabupaten luwu Daerah Pemilihan (Dapil) satu (1).

Dapil satu untuk DPRD Luwu terdiri dari delapan (8) kecamatan, yakni kecamatan belopa, kecamatan bajo, kecamatan belopa utara, kecamatan kamanre, kecamatan latimojong, kecamatan bajo barat, kecamatan bastem utara dan kecamatan bastem. Katanya

Abdul Samad juga mengatakan pemilu di 2019 nanti, situasinya sudah berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Karena wajah demokrasi kedepan searah dengan keinginan masyarakat dalam menghadapi lengkapnya persoalan sosial saat ini, baik persoalan iman maupun persoalan materi akibat dari dampaknya pasar bebas (Era Globalisasi).

Dengan adanya situasi dimaksut dan aturan dilarang politik uang, akan mendewasakan masyarakat dalam berfikir dan memilih parah pemimpin, baik memilih kepala negara (Pilpres) maupun memilih wakil rakyat (Pileg) untuk lima tahun kedepan.

Apalagi khususnya masyarakat luwu sudah melihat dan merasakan kondisi sosial selama ini, dan saya yakin pemerintah pusat juga merasakan hal yang sama, Katanya. Insya Allah aturan pengawasan untuk pemilu dalam pesta demokrasi di 2019 diperketat demi mecari pemimpin-pemimpin yang berpihak pada rakyat kecil.

Tanpa harus membeli harga diri rakyat hanya dengan selembar uang merah seperti pada pemilu-pemilu yang lalu, ungkapnya. Kemudian secara diam-diam menjual kepentingan rakyat untuk memperkaya diri dan golongan tertentu

Sehingga tidak memperdulikan lagi sebuah nilai dari kebenaran untuk orang banyak dalam hal membangun daerah, baik membangun jiwa, mambangun fisik maupun membangun ekonomi daerah untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat khususnya yang tinggal diluwu.

“Waktunya rakyat kecil bicara”, saya juga sebagai Caleg berharap kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ataupun Panwas supaya tegas dalam menjalankan tugas dan fungsi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Saya juga berharap kepada saudara-saudari saya, kepada keluarga, warga maupun masyarakat luwu jangan lagi menjual harga diri kita dengan selembar uang kertas merah, karena itu yang membuat kita menderita selama lima tahun kedepan. Tegas Abdul Somad (tn/al)