Tingkatkan Kualitas Anak Didik Dengan Pendekatan Psikologi Imtaq

BAJO, TN- H.Hanis S.Pd.,M.Si. Kepala sekolah SMP Negeri.1 kecamatan Bajo kabupaten luwu, saat ditemui Teropong diruang kerjanya, sabtu (17/11) menyampaikan bahwa SMP Negeri.1 Bajo sejak beberapa tahun belakangan ini, menjadi perbincangan dan sekolah idaman masyarakat, bahkan sampai ke kecamatan tetangga.

Yang membuat masyarakat tertarik dan berbondong-bondong mendaftarkan anak mereka setiap penerimaan siswa baru di sekolah ini, kata Hanis. Karena sekolah ini dianggap mampu dalam mendidik dan menciptakan generasi yang bisa diandalkan di masa akan datang.

Dimana setiap tahun ajaran penerimaan siswa dan siswi baru, ungkapnya. Sekolah ini menjadi target masyarakat dan mereka sangat berharap agar anak-anak mereka bisa diterima untuk sekolah di SMP Negeri 1 Bajo, dengan alasan lain sudah kebanyakan anak-anak mereka termotifasi membaca Al-Qur’an bagi yang Muslim.

Karena pihak sekolah telah menerapkan salah satu aturan yang berlaku dan menjadi syarat utama disekolah ini adalah tidak menerima siswa atau siswi yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar (Mengaji) untuk yang beragama Islam. Tegas Hanis

Karena ini salah satu dasar kita, kata Hanis. Bahwa ketika anak-anak kita buta membaca Al-Qur’an, itu berarti sangat jauh dari apa yang bisa kita harapkan dan sulit untuk di didik, dalam melakukan pembinaan dan pemberian pemahaman.

Selain mata pelajaran, salah satu hal kecil seperti ini yang perlu kami sebagai pendidik menggaris bawahi. Jelas Hanis, dan harus kita pelajari secara psikologis serta memperhatikan terhadap calon anak didik kita untuk mengembangkan ataupun mengarahkan kemampuan masing-masing dari mereka selaku anak didik.

Kita pelaku dari pada pendidik itu, lanjut Hanis. Jangan melihat hanya dari satu sisi, tapi sebaiknya kita harus melihat dari berbagai sudut pandang, dalam menjalankan dan melakukan kewajiban kita sebagai pendidik secara formal namun kita juga harus terlibat secara formil dengan berbagai trip (cara) dan kemampuan yang kita miliki.

Tidak ada alasan bagi seorang guru untuk tidak memiliki ilmu psikologi, terangnya. Agar kita mampu memahami semua karakter kepribadian anak-anak kita, sehingga kita lebih mudah masuk dan menyusuaikan diri ditengah- tengah mereka.

Seorang guru atau pendidik tidak mudah terbawa ego, nafsu ataupun emosi harus mampu mengontrol (Pengendalian diri), kalau tidak akan merugikan kita terutama anak didik, jangan kita hanya mengutamakan kuantitas, tapi utamakan juga pada kualitas yang di imbangi oleh iman dan taqwa (Imtaq). Harap Hanis sebgai kepala sekolah (tn/ak)