Prihatin Petani, Caleg PKPI Harap Tidak Mengikuti “Musim”

PONRANG, TN- Iwan Patangke calon legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan nomor urut sembilan (9) wilayah atau daerah pemilihan IV Kabupaten Luwu, meliputi kecamatan ponrang selatan, kecamatan ponrang, kecamatan bua dan kecamatan bupon.

Pada Teropong, sabtu (17/11), disela-sela kesibukannya Iwan Patangke menyampaikan bahwa kebutuhan petani dan nelayan di empat kecamatan kabupaten luwu tersebut sebenarnya masih dalam kategori memperihatinkan.

Lelaki kelahiran Basse Sang Tempe (Bastem) pada tanggal 25 juni 1975 ini, yang beralamat di kelurahan Padang Subur kecamatan Ponrang, ternyata keturunan dari Parengnge Nyamin (Alm.Suri). Iwan juga berharap kepada masyarakat tani dan nelayan supaya tidak mengikuti “Musim”.

Musim yang dimaksud adalah berpindah-pindah pekerjaan, kata Iwan. Contoh kalau musim Coklat semua petani sawah dan jagung maupun yang lain berpindah profesi menjadi patani coklat, begitu juga para nelayan, saat musim rumput laut atau katonik, semua petani tambak maupun nelayan beralih ke katonik, ini salah satu faktor yang akan menjadi persoalan pada pendapatan per kapita para petani.

“Jangan berpindah-pindah bidang sebagai profesi petani, katanya. Karena itu bisa menurunkan penghasilan para petani secara umum”.

Iwan Patangke memiliki berbagai pengalaman di organisasi masyarakat yakni pengurus hari besar Islam (PHBI) Kecamatan Ponrang, pengurus Pos Penyuluh Pertanian (Poslutan) Kelurahan padang subur, pengurus kontak tani nelayan andalan (KTNA), pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3-A), ketua kelompok Tani Subur,

Iwan juga sebagai kepala lingkungan kelurahan padang subur, mengupayakan supaya para petani tetap pada profesi dimasing-masing bidang taninya, dengan cara membuat pelatihan-pelatihan diskusi kelompok tani dimasing-masing wilayah

Insya Allah kalau saya terpilih nanti, sambungnya. Dilain sisi saya akan menggenjot pembangunan irigasi pertanian dan akan memenuhi kebutuhan para patani dan nelayan, pengadaan benih padi unggulan supaya kedepan hasil petani kita dapat bernilai ekonomis tinggi.

Karena di dapil empat, pembangunan irigasi masih sangat dibutuhkan masyarakat tani dan sampai saat ini pembangunan irigasi belum maksimal, dengan wilayah pertaniannya yang sangat luas, sehingga ini menjadi perhatian khusus bagi saya bila terpilih menjadi anggota dewan nantinya. Impian Iwan

“Begitupun disektor petani tambak dan nelayan, yang masih jauh dari apa yang kita harapkan selama ini, maka perlunya program pembinaan dan permodalan terhadap mereka yang membutuhkan”.

Terkhusus dilingkungan kelurahan padang subur juga, lanjutnya. Program draenase akan dan harus dimaksimalkan, karena pada setiap musim hujan wilayah kelurahan padang subur delapan puluh persen (80%) tergenang air (Banjir).

Selain itu bagi masyarakat yang masih kategori kurang mampu dalam hal rumah tidak layak huni, saya akan memperjuangkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), karena sebagian besar rumah masyarakat di padang subur masih kategori tidak layak huni. Ungkapnya

Terutama perbaikan data Bes terhadap masyarakat kurang mampu yang masih berpenghasilan rendah, ini lebih penting karena tujuannya untuk mengatasi atau meminimalisir kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat tani. Tegasnya (tn/ak)