Diduga Fiktif, Anggaran Website Dinas Pariwisata di Intip GNP Tipikor

LUWU, TN- Ketua Gerakan Nasional Pengawasan Tindak Pidana Korupsi (GNP-Tipikor) Kabupaten Luwu diruang kerjanya, selasa (9/10) pada Teropong mengatakan bahwa anggaran kegiatan peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata kabupaten luwu dalam tahun anggaran 2017 kemarin sebesar Rp.85 juta sampai saat ini dipertanyakan?

Ketua GNP Tipikor yang tidak mau dimuat namanya ini akan menindak lanjuti informasi dugaan tersebut setelah perlengkapan administrasi kepengurusan lembaganya selesai. “Saya selesaikan dulu susunan kepengurusan GNP Kab.Luwu baru informasi terkait kasus-kasus korupsi diluwu kita tindak lanjuti satu per satu”. Katanya

Sekretaris dinas pariwisata, Rahmat,S.Sos.M.Si saat dikonfirmasi diruang kerjanya, jumat (12/10) membenarkan adanya program kegiatan tersebut namun jumlah anggaran hanya Rp.35 juta bukan Rp.85 juta, karena dalam DPA-nya hanya segitu

Dalam program ini terdapat dua kegiatan yaitu kegiatan website itu sendiri dan kegiatan untuk foto grafer, sambung Rahmat. Dimana dalam anggaran untuk kegiatan website terdapat honor operator sebesar Rp.6 juta per tahun, jasa domain sebesar Rp.10 juta pertahun dan sewa Wifi sebesar Rp.6 juta pertahun. Kemudian yang kedua itu untuk kegiatan foto grafer yang di anggarkan sebesar Rp.6 juta pertahun

Kegiatan ini tetap berjalan pada waktu itu, kata Rahmat. Kalau tidak salah ada kerjasamanya dengan pihak telkomsel, akan tetapi operator untuk menjalankan website ini tidak ada sehingga anggarannya tidak dicairkan waktu itu, jadi yang saya tau waktu itu anggaran yang terpakai atau terlaksana hanya Rp.16 juta.

Karena persoalan itu, maka terlihat tersendat proses yang berkaitan dengan program internet atau kegiatan di website ini. Kalau mau lebih jelas konfirmasi juga pak Jonbriks sebagai PPK-nya waktu itu, karena saya menjabat sebagai sekretaris disini pada bulan delapan di 2017 kemarin, jadi saya tidak terlalu paham dengan persoalan ini. Tegas Rahmat (TN/al)