Kapolres Luwu, Sudah 400 Data Pengungsi Pasca Gempa Dan Tsunami Asal Sulteng

AKBP. DWI SANTOSO: “Harus Kuat Dalam Menghadapi Cobaan ini, Tetap Bersabar dan Jangan Berpikiran Pendek Masa Depan Masih Panjang”.

LUWU, TN- Lagi-lagi Polresta luwu hari ini, rabu (10/10) mendistribusikan 11 Truk Logistik bantuan kemanusiaan tahap dua (2) ke Sulteng dan satu (1) Truk logistik lagi disisipkan untuk Pengungsi yang sudah ada di kabupaten Luwu.

Saat diwawancara oleh beberapa awak media seusai acara pelepasan keberangkatan bantuan, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso mengatakan biar bagaimanapun inikan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah disana sehingga mereka harus mengungsi di beberapa kabupaten perbatasan yang ada di sulawesi, salah satunya di kabupaten luwu, karena sudah kami datakan ada 400 orang yang mengungsi dikabupaten luwu

Terkait keamanan, kata Dwi. Dengan kita mendatakan mereka kemudian siapa-siapa saja yang masuk, apakah mereka akan menetap disini atau hanya sementara, karena dari beberapa pengungsi yang ada, mereka hanya singgah diluwu kemudian mereka akan bergerak lagi, ada yang ke kabupaten bone, ada yang ke kabupaten goa, dan kabupaten sidrap,

Ini akan tetap kita “Up-det”, katanya. Karena berapa warga masyarakat dari Sulteng (Pengungsi) yang memang masuk ke wilayah kita, dan kita masih terus mendata kemudian kalau misalnya terkait masalah keamanan pastinya kita tetap maksimalkan keamanan di wilayah kabupaten luwu sehubungan dengan akan berlangsungnya pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019.

Pihak kepolisian Resort luwu juga akan terus mendampingi serta memperhatikan para pengungsi korban bencana alam Sulteng sampai terlaksananya kegiatan Pemilu di 2019 nantinya, yang tetap selalu berkomunikasi dengan penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah kabupaten luwu.

“Dengan adanya saudara-saudara kita yang mengungsi yang nantinya memang apabila kita datakan kemudian mereka berada di kabupaten luwu, pastinya dari pihak penyelenggara pemilu mereka ada kiat-kiat karena ada aturan yang mengatur selain dari warga masyarakat luwu bagaimana aturan mainnya sudah diatur”.

Untuk sementara ini kami belum bisa menentukan berapa banyak pengungsi yang akan menetap diluwu sampai dengan pelaksanaan pesta demokrasi nanti, karena beberapa yang kita identifikasi, kita datakan mereka menyampaikan, pak mungkin kami dua tiga hari berada di luwu nanti kami akan bergerak ke kampung keluarga.

“Ada juga kami akan melihat situasi dan kondisi seperti apa, kemudian melihat perkembangan kedepan seperti apa dari saudara-saudara kita sendiri, mereka belum memberikan suatu kepastian apakah mereka akan menetap di kabupaten luwu atau mereka hanya singgah, tapi kita dari pihak kepolisian dari pihak pemerintah daerah pastinya tetap akan perhatikan saudara-saudara kita yang semntara berada dikabupaten luwu”

Terkait keberadaan pengungsi, hampir mayoritas diwilayah kita itu ada, ungkap Dwi. Kemarin beberapa kapolsek sudah saya minta untuk mendatakan baik di kecamatan larompong ada, wilayah polsek suli juga ada, wilayah polsek belopa ada, wilayah bua ada, walenrang ada, lamasi ada, bupon juga ada, bajo ada, keluarga yang ada disini mereka sadar, karena ada beberapa yang memang keluarganya sehingga mereka ditampung dirumahnya.

“Ada juga yang bukan keluarganya, namun mereka ditampung hanya sementara waktu, kemudian apakah mereka transit sebentar kemudian berangkat lagi seperti yang kemarin di kecamatan suli itu, hanya dua hari disana kemudian mereka berangkat ke sidrap, ada juga di kecamatan bua seperti itu”.

Setiap hari kita data, katanya. Karena dari semua Babimkamtibmas berkolaborasi dengan perangkat desa, dari kepala desa mendatakan selalu, apabila ada yang masuk dari mana, apabila ada yang keluar juga dari mana mau kemana.

Kami turut belasungkawa, empati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah mudah-mudahan “mereka kuat dalam menghadapi cobaan ini, tetap bersabar dan jangan berpikiran pendek masa depan masih panjang”. Harapan dan Do’a Dwi Santoso sebagai Kapolres Luwu terhadap korban Sulteng (TN/al)