Waspada BMKG, Daftar Peringatan Dini Gelombang Tinggi Sampai 02 Oktober

NASIONAL, TN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jln.angkasa satu nomor dua kemayoran jakarta pusat 10720 telpon; (021) 6546318, mengeluarkan daftar peringatan dini gelombang tinggi, tertanggal 29 september 2018 untuk masyarakat indonesia khususnya para nelayan dan transportasi laut.

Terlihat yang bertanda tangan dalam daftar peringatan dini ini yaitu Zairo Hendarwan,ST sebagai Kepala sub bidang Analisa dan Prediksi Meteorologi Maritim, kemudian Wilmar Lamhot P.Rajagukguk,S.Tr sebagai Prakirawan.

Dalam narasi BMKG bahwa terdapat semacam badai raksasa “Typhoon (TRAMI)” di laut Filipina dengan pusat tekanan 950 hPa dan kecepatan maksimum 85 kt, dengan pola angin timuran mencapai 37 km per jam.

Presisten-nya di perairan Enggano hingga barat lampung, perairan selatan banten hingga jawa barat. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang 1.25 meter sampai 4.0 meter sementara dan akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang 1.25 sampai 2.5 meter berpeluang terjadi di perairan timur pulau simeulue kepulauan mentawai, selat sunda bagian utara, laut sawu dan laut timor, perairan selatan flores (selat ombai), perairan selatan kupang (P.Rote), perairan kep.semata (kep.Tanimbar).

Kemudian di perairan kep.Kei (kep.Aru), perairan barat yos sudarso, perairan selatan kalimantan, perairan kotabaru, laut jawa, perairan utara jawa tengah hingga kepulauan kangean, selat makassar bagian selatan dan perairan barat sulawesi selatan.

Dengan ketinggian gelombang yang sama juga akan terjadi di perairan kepulauan sabalana (Kep.Selayar), laut flores dan laut sumbawa bagian utara, teluk bone bagian selatan, perairan baubau (kep.wakatobi), perairan manui (kendari), perairan selatan Pulau buru (P.seram), perairan selatan kep.banggai, perairan timur kep.sula, laut banda dan laut halmahera.

Kemudian perairan utara kep.sangihe (Kep.Talaud), perairan utara halmahera, laut seram bagian timur, perairan fakfak (kaimana), perairan amamapre (Agats), perairan utara papua barat hingga papua, samudra hindia utara halmahera hingga papua.

Kemudian gelombang yang lebih besar setinggi 2.50 sampai 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan sabang (banda aceh), perairan barat aceh, perairan barat P.Simelule (kep.mentawai), perairan bengkulu (Barat Lampung), samudra hindia (barat sumatra), selat sunda bagian selatan.

Masih gelombang besar di perairan selatan banten (jawa timur), perairan selatan bali hingga pulau sumba, selat bali bagian selatan (selat Lombok dan selat alas bagian selatan), samudra hindia selatan jawa hingga NTT, perairan selatan pulau sawu dan laut arafuru.

Penyampaian BMKG ini supaya masyarakat nelayan dan para pelaut memperhatikan tingginya resiko pelayaran untuk saat ini terhadap keselamatan.

Prediksi BMKG terhadap Kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar akan menghadapi gelombang ditengah laut setinggi 4.meter lebih dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot. Untuk kapal fery akan menghadapi kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2.5 meter.

Kemudian kapal tongkang menghadapi kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1.5 meter, dan bagi perahu para nelayan akan menghadapi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1.25 meter.

Diharapkan kepada masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktifitas di pesisir barat samudra, selatan jawa, bali, NTB, NTT, serta daerah lain khususnya yang tertulis diatas (daftar peringatan dini) supaya mempertimbangkan kondisi tersebut. (TN/al)