Peningkatan Kualitas Pendidikan Luwu Terkendala Dengan Hukum Tumpang Tindih

ANDI MUDZAKKAR : “Sistem dan Moral Pendidikan Menurun Karena Pendidiknya Selalu Takut dan Ragu”

LUWU, TN – Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten luwu membuat kegiatan sosialisasi peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah dengan tema penguatan dan pemberdayaan komite sekolah dalam rangka menguatkan mutu pendidikan kabupaten luwu, kamis (6/09) di gedung BRC Belopa.

Kegiatan tersebut selain dihadiri para kepala sekolah dan ketua komite tingkat SMA/SMK se kabupaten luwu, juga dihadiri oleh Bupati bersama pimpinan unsur muspida luwu atau yang mewakili, serta kepala UPTD pendidikan sulawesi selatan wilayah 11.

Selain sosialisasi permen tersebut, permendikbud nomor satu (1) tahun 2018 tentang petunjuk tehnis penggunaan dana BOS tahun 2018 juga disosialisasikan. Pihak kepolisian dan kejaksaan yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini.

H.Andi Mudzakkar yang akrab dipanggil Andi Cakka sebagai Bupati luwu membuka acara sekaligus memberikan sambutan terkait upaya peningkatan mutu pendidikan diluwu dan kendala-kendalanya yang terjadi di kabupaten luwu selama ini.

Dalam sambutannya, Andi Mudzakkar menyampaikan bahwa kegiatan ini sangatlah mulia karena tujuannya adalah memanusiakan manusia dan membangun karakter generasi luwu kedepan, tapi hasil dari kegiatan ini biasanya tidak langgeng dari waktu ke waktu, kata Cakka. Karena kegiatan peningkatan sistem pendidikan tidak terlihat secara fisik, berbeda dengan kegiatan pembangunan lainnya yang terlihat jelas.

Hal ini merupakan salah satu kendala, Kata Bupati. Untuk meningkatkan pembangunan mutu dan kualitas pendidikan berupa sistem sekarang ini, harus ada kerjasama antara pihak sekolah, pihak keluarga orang tua siswa dan pihak swuasta atau pihak ketiga bersama pemerintah daerah, dengan berbagai program kegiatan serta komunikasi secara intens dan berkesinambungan.

“Kita sekarang ini adalah hasil prodak pembangunan sistem didikan pada jaman dulu dan pembangunan sistem pendidikan sekarang ini hasilnya kita akan lihat 20 atau 30 tahun kedepan, beda cara mendidik kita dulu dan cara didikan saat ini yang diikat dengan berbagai aturan”, Jelas Bupati Luwu

Selain persoalan tersebut yang menjadi kendala, beberapa peraturan perundang-undangan juga menjadi penghalang dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan.

“Pihak sekolah atau para pendidik atau guru didesak untuk menciptakan hasil didikan yang berkualitas baik akhlak maupun moral pada anak didikannya yang sesuai juga dengan undang-undang dan peraturan pendidikan yang sudah ada”,

Tapi dilain sisi sekarang ini para guru juga takut berbuat untuk kebaikan anak didiknya, jangan sampai saya ditangkap karena melanggar hak asasi manusia (HAM), atau kalau buat kegiatan peningkatan mutu pendidikan nanti saya diambil polisi karena ada siber pungli. Tandas Cakka sambil meniru gaya guru

Ini semua yang terjadi, Ungkap Bupati. Sehingga “sistem dan moral pendidikan menurun karena pendidiknya selalu takut dan ragu” berbuat kebaikan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan diluwu.

Jadi saya sarankan kepada kita semua, Tandas Cakka. Terutama kepala sekola, para pendidik supaya selalu utamakan musyawarah dengan pihak orang tua siswa dan pihak swuasta (Komite), apabila ada perencanaan kegiatan terkait meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan terutama pembentukan moral serta karakter yang baik kepada anak-anak didik kita. (TN/al)