Kades Himbau Cara Kerja Jurnalis Harus Profesional

Kades Himbau Cara Kerja Jurnalis Harus Profesional

IDRIS,SE : “Diharapkan Kepada Teman-Teman Wartawan Utamakan Konfirmasi”

Bupon, TN – Kepala Desa Padang Ma’Bud Idris,SE menyayangkan dan merasa kasihan melihat ada oknum wartawan yang tidak profesional dalam cara kerjanya, dengan adanya berita yang tertulis disalah satu halaman media cetak tanpa konfirmasi dengannya. Kata Idris pada Teropong News

Saya cuman sarankan, kata Idris. Kepada teman-teman wartawan maupun jurnalis yang bertugas di kabupaten luwu, utamakanlah konfirmasi sebelum menulis atau menerbitkan sebuah berita, karena berita yang hanya sepihak dan tanpa konfirmasi narasumber inti atau yang terkait berarti informasinya belum tentu benar jelas dan ada unsur kepentingan.

Idris juga bahwa menulis berita hanya sepihak dan belum jelas sumber informasinya akan menimbulkan Fitnah dan bencana ditengah-tengah masyarakat, terutama pada orang yang dituju dalam berita itu.

dan tidak ada sehingga menghimbau kepada Dengan adanya tulisan berisi dugaan korupsi disalah satu media cetak tuduhan atau dugaan dalam terhadap pemerintah desa padang ma’bud dan desa padang tuju kecamatan bupon. Idris sebagai Kepala desa mempertanyakan tulisan dimaksud.

Pernah ada orang menelpon saya mengatas namakan media dimaksud, kata Idris. Katanya yang melapor ke media itu adalah seorang mahasiswa palopo yang menetap di bupon

“Namun setelah saya baca tulisan dimaksud mirip sebuah karya tulis, tapi seakan-akan itu adalah surat laporan yang dipublikasikan melalui media cetak, padahal namanya surat laporan secara aturan administrasi tata negara dalam bentuk persuratan apapun model dan bentuk surat laporan tidak seperti itu”. Ucap Idris

Kemudian dibilang berita juga tidak pernah konfirmasi sama aparat pemerintah setempat maupun saya sebagai kepala desa, sambung Idris. Tuduhan atau dugaan yang tertulis pun tidak jelas kebenarannya, kapan, dimana, berapa dan seperti apa. Tegas Idris

Seperti ini, barangkali yang dibilang berita hoax, kata dia. Sekedar saran kepada media, “diharapkan kepada teman-teman wartawan, jangan tulis berita tanpa konfirmasi dan informasi yang jelas”. Harap Idris

Karena akan terciptanya isu negatif di masyarakat terhadap pemerintah desa dan meresahkan aparatur desa kemudian terjadilah yang tidak kita inginkan bersama, padahal masih banyak yang mau dikerjakan oleh pemerintah desa untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat. Katanya

Dengan adanya tulisan yang dimaksud, Idris menyampaikan bahwa dia baru dua tahun menjabat sebagai kepala desa padang ma’bud dan anggaran desa dalam tahun 2016 kemarin yang dikelolah oleh pemerintah desanya sebesar Rp.929.825.354,- tsedangkan anggaran tahun 2015, Idris tidak tau karena masa transisi

Anggaran Desa tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) dan bagi hasil Pajak maupun Retribusi Daerah ke Desa, namun anggaran tersebut habis terpakai pada tujuh item pembangunan (fisik) dan Belanja Penghasilan Tetap (SILTAP) aparatur desa serta pemanfaatan sumber daya masyrakat tani.

Dia menyampaikan, di tahun 2016 kemarin, selain Belanja SILTAP, ATK Kantor Desa dan untuk pemberdayaan masyarakat ada tujuh pembangunan fisik yang bersumber dari DD yaitu; 1.Pengerasan jalan desa sepanjang 2.150 meter, 2.Pembangunan jamban keluarga (WC) 30 unit untuk 30 KK dalam desa.

Kemudian poin ke 4.pembangunan talud sepanjang 500 meter terbagi di lima titik dalam desa, 5.Pembangunan plad dekker dua unit, 6.Pembangunan draenase sepanjang 309 meter dan 7.Pengadaan Lektop dan keperluan administrasi kantor desa. (TN-Hy)