Makna Filosofi pada Batik Tegal Oleh : Ki Tapa Kelana alias Nurochman Sudibyo YS.

Saturday, April 06, 2013

Batik Tegal memiliki banyak ragam hias dan kaya akan motifnya. Menurut para pengrajin yang ada di Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal Pengrajin Batik di Tegal dimulai oleh leluhurnya yang kemudian menyebar ke beberapa daerah sekitar Tegal seperti di Dukuh Benda Kecamatan Pangkah Kab. Tegal, Desa Dukuh Salam Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal dan di desa Kalinyamat Wetan Kecamatan Tegal Selatan. Dari data yang diperoleh ada ratusan motif batik tegal yang memiliki nama macam-macam namun sebagian sudah tidak diproduksi lagi karena sulit memperoleh desain aslinya. Hal ini dikarenakan belum tersedianya musium batik di Tegal. Terhambatnya perkembangan batik tulis di Tegal juga dikarenakan penyebutan yang salah terhadap kreatifitas seni masyarakat pesisir yang memiliki nilai agung ini. 

Penyebutan batik produksi masyarakat Tegal dengan sebutan bombastis “Batik Tegalan” sangat menyulitkan para peminat yang hendak berbelanja dan berkunjung ke sentra batik itu sebagaimana peyebutan “Batik Paoman” di Indramayu yang berada di desa Paoman, Batik Trusmi untuk sentra batik di Cirebon, “Batik Salem” untuk batik prosuksi masyarakat daerah Salem Brebes. Begitu juga “Batik Pekalongan” ada di seluruh wilayah Pekalongan.

Meski demikian batik Tegal jika dibanding dengan batik dari daerah lainnya memiliki lebih banyak nama motif yang mengandung makna dan filosofi yang dalam. Berdasarkan catatan penulis terdapat beberapa nama batik Tegal yang unik, menarik, mewah dan menyimpan catatan sejarah yang panjang. Dari kehebatan makna tersebut tercatat beberapa nama seperti: TAPAK KEBO, RAJEG WESI, WELUT GUMBEL. MATA KETUMBAR, BERAS MAWUR, RUNTUNG SEMUT, UKEL, DEN LIRIS, GRIBIGAN, GALARAN, PILUS, dan banyak lagi yang lain.

Mari kita bahas makna dari nama-nama batik Tegal yang populer dan bernilai historis dan heroik tersebut ;

1. Batik Tegal motif “Tapak Kebo”
Secara bahasa tapak dalam bahasa jawa berarti telapak, dan Kebo adalah Kerbau. Tapak Kebo bukan diartikan telapak kaki kerbau. Namun iani merupakan kiasan bangsa Indonesia khususnya kaum miskin dan bodoh atau rakyat jelata yang sering disebut oleh penguasa atau penjajah di jaman Belanda sebagai “kebo” kaum bodoh itu diisaat membuat batik terinspirasi untuk membuat slogan yang bermakna ajakan agar rakyat melakukan usaha atau berbuat yang strategis, berguna dan berhasilguna. Artinya “Tapak Kebo” meskipun disebut rakyat jelata dan kaum rendahan yang penting dalam hidupnya memiliki pijakan yang jelas. “Ana Tapake” ada bekasnya. Maka filosofi batik Tegal motif “Tapak Kebo” itu bermakna sebagai bangsa atau rakyat harus memiliki pijakan yang jelas. Meskipun miskin, bodoh dan kalangan rendah dalam hidup ini yang penting punya pijakan yang jelas. Demikian maknanya. Dan hebatnya lagi batik “Tapak Kebo” ini bisa memberi pengaruh kewibawaan pada siapa saja yang memakainya.

0 komentar:

 
teropong-news.com © 2013 | Designed by Oktoral