Makna Filosofi pada Batik Trusmi (Cirebon) Oleh : Ki Tapa Kelana alias Nurochman Sudibyo YS.

Thursday, March 28, 2013

1. Motif Mega Mendung.
Meski motif ini terinspirasi ragam hias dari negeri cina seperti pada ragam hias yang tercantum di Guci, Piring, Mangkuk, teko dan lukisan-lukisan asal Negeri Cina yang icenderung mengungkap obyek mega, naga, burug phunik dan burung hong juga teratai dan bunga Lotus-nya, oleh masyarakat pembatik Cirebon ragam hias ini telah melahirkan ratusan bahkan mungkin juga ribuan stilasi yang diungkap pada benda hias, lukisan kaca dan seni batik tulis. Mega mendung memiliki kedalaman makna yang sangat dalam. Bati “mega mendung” konon dicipta manakala para petani cirebon dan masyarakat nelayan di daerah pesisir mengalami kekeringan yang panjang. Harapan datanng kesuburan bumi dan munculnya sumber air yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan vital mereka digambarkan dengan doa hadirnya “Mega Mendung”. Tak pelak motif batik ini diyakini membawa kesuburan dan kemakmuran. Itulah mengapa motif ini begitu disukai banyak orang di negeri ini bahkan sampai ke mancanegara. Dari tahun-ketahun motif ini tak semata menggambarkan visual mendung, namun juga dibarengi dengan gradasi warna. Permainan warna dalam lapisan mendung itulah yang menjadi keunikan dan kemegahan batik ini. Kini selain Mega Mendung ditambah pula Wadasan= paso wadah air dari bahan tembikar. Gabungan megamendung dan wadasan pun menjadi motif yang agung. Bagaimana tidak. Mega mendung sebagai wujud hidayah dari Allah dan Wadasan adalah bentuk tibal balik manusia yang selalu taqwa dan berzikir pada Nya (-lihat wong sholat sebelum masuk masjid/ tajuk menuju wadasan dulu= nilai-nilai keimanan) . Siapapun orangnya yang menggunakan batik cerbon bermotif keutamaan ini bukan Cuma jadi ciri nya wong cerbon, namun telah menjadi ciri nya orang yang religius. Dan jangan heran jika di mana-mana di belahan dunia ini banyak orang menyukai batik Cirebon Mega Mendung dan Wadasan.***

0 komentar:

 
teropong-news.com © 2013 | Designed by Oktoral